artofmedicine

Kasus Telinga, Hidung dan Tenggorokan

Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke RS dengan keluhan wajah mencong ke kanan sejak 1 bulan terakhir. Selain itu pasien juga mengeluh kedua telinga berair disertai bau tidak enak terutama telinga kiri. Cairan keluar dari kedua telinga terutama pada saat pasien sakit batuk-pilek atau setiap kemasukan air sehabis berenang. Saat ini pendengaran telinga kiri sangat menurun hingga untuk komunikasi pasien lebih mengandalkan telinga kanannya. Pasien juga merasakan gatal & sakit pada telinga kanannya. Sakit kepala hebat, muntah projektil & gangguan keseimbangan tidak dirasakan pasien. Selama ini pasien sering mengobati sendiri dengan obat tetes telinga yang dapat dibeli bebas.

Pemeriksaan fisik ditemukan :

KU : sakit ringan

Kesadaran kompos mentis

Tanda vital dalam batas normal

Pemeriksaan wajah :

Terdapat parese fasialis kiri tipe perifer setinggi infra genikulatum dengan fungsi motorik terbaik 60%.

Status lokalis :

Telinga kanan : liang telinga edema, hiperemis dan basah, membran timpani hiperemis tidak tampak perforasi (intak), tidak tampak kolesteatoma. Retroaurikuler tenang.

Telinga kanan : liang telinga terdapat sekret kuning kental, berbau busuk dan setelah dibersihkan, tampak membran timpani perforasi atik dan terlihat kolesteatoma dan nyeri tekan tidak terdapat fluktuasi.

Hidung dan tenggorokan dalam batas normal.

Laboratorium kesan lekositosis.


Pertanyaan :
1)Sebut masalah pasien.

2)Dari data yang ada, apa saja kemungkinan penyakit diderita pasien.

3)Jelaskan anatomi & fisiologi pendengaran.

4)Sebutkan pembagian otitis media supuratif kronis (OMSK) yang anda ketahui.

5)Apa diagnosis pasien tersebut.

6)Jelaskan tentang kolesteatoma.

7)Pemeriksaan apa yang anda sarankan.

8)Pengobatan yang harus diberikan.