artofmedicine

FARINGITIS, TONSILITIS dan HIPERTROFI ADENOID

Faringitis Akut

Faringitis Viral

Etiologi

Rinovirus menimbulkan gejala rinitis dan beberapa hari kemudian menimbulkan faringitis.


Gejala dan Tanda
Demam disertai rinorea, mual, nyeri tenggorok, susah menelan. Pada pemeriksaan tampak faring dan tonsil hiperremis. Virus influenza, coxsachievirus dan cytomegalovirus tidak menghasilkan eksudat. Coxsachievirus dapat menimbulkan lesi vesikuler di orofaring dan lesi kulit berupa maculopapular rash. Adenovirus  selain menimbulkan faringitis, juga menimbulkan gejala konjungtivitis terutama pada anak. Epstein Barr Virus (EBV) menyebabkan faringitis yang disertai eksudat pada faring yang banyak. Terdapat pembesaran kelenjar limfa di seluruh tubuh terutama retroservikal dan hepatosplenomegali. Faringitis yang disebabkan HIV-1 menimbulkan keluhan nyeri tenggorok, nyeri menelan, mual dan demam. Pada pemeriksaan tampak faring hiperemis, terdapat eksudat, limadenopati akut di leher dan pasien tampak lemah.

Terapi
Istirahat dan minum yang cukup. Kumur dengan air hangat. Analgetika jika perlu dan tablet isap. Antivirus metisoprinol (Isoprenosine) diberikan pada infeksi herpes simpleks.


Faringitis Bakterial

Etiologi
Streptokokus Beta hemolitikus, penyebab faringitis akut pada dewasa (15%) dan anak (30%).

Gejala dan Tanda
Nyeri kepala hebat, muntah, kadan-kadang disertai demam dan suhu yang tinggi, jarang batuk.

Hasil Pemeriksaan
Tonsil membesar, faring dan tonsil hiperemis dan terdapat eksudat di permukaannya. Beberapa hari kemudian timbul bercak petechiae pada palatum dan faring. Kelenjar limfe leher anterior mebesar, kenyal dan nyeri pada penekanan.

Terapi

  1. Antibiotik - diberikan bila penyebab adalah grup A Streptokokus Beta hemolitikus. Penicilin G Banzatin atau amoksisilin atau eritromisin.
  2. Kortikosteroid - deksametason
  3. Analgetika
  4. Kumur dengan air hangat atau antiseptik     


Faringitis Fungal

Etiologi
Candida albicans, dapat tumbuh di mukosa rongga mulut dan faring.

Gejala dan Tanda
Nyeri tenggorok dan nyeri menelan.

Hasil Pemeriksaan
Plak putih di orofaring dan mukosa faring lainnya hiperemis. Pembiakan jamur dilakukan dalam Sabaroud dextrosa.

Terapi
  1. Nystatin
  2. Analgetika



Faringitis Kronik

Dua bentuk:
  1. faringitis kronik hiperplastik
  2. faringitis kronik atrofi

Faktor predisposisi:
Rinitis kronik, sinusitis, iritasi kronik oleh rokok, minum alkohol, inhalasi uap yang merangsang mukosa faring dan debu, pasien yang biasa bernafas lewat mulut karena hidung tersumbat.



Faringitis kronik hiperplastik

Patologi
Perubahan mukosa diniding posterior faring. Tampak kelenjar limfa di bawah mukosa faring dan lateral band hiperplasi.

Hasil pemeriksaan
Mukosa dinding posterior tidak rata, bergranular.

Gejala
Mula-mula tenggorok kering gatal dan akhirnya batuk.

Terapi
  1. Lokal dengan kaustik faring dengan memakai zat kimia larutan nitras argenti atau dengan listrik (electro cauter).
  2. Pengobatan simtomatis - obat kumur atau tablet isap, jika perlu diberi obat batuk antitusif atau ekpektoran
  3. Penyakit di hidung dan sinus paranasal harus diobati.


Faringitis kronik atrofi

Patologi
Sering timbul bersamaan dengan rinitis atrofi. Pada rinitis atrofi udara pernafasan tidak diatur suhu serta kelembabannya, sehingga menimbulkan rangsangan serta infeksi pada faring.

Gejala dan tanda
Keluhan tenggorok kering dan tebal serta mulut berbau.

Hasil pemeriksaan
Mukosa faring ditutupi oleh lendir yang kental dan bila diangkat tampak mukosa kering.

Terapi
Pengobatan rinitis atrofi dan untuk faringitis atrofi ditambahkan obat kumur dan menjaga kebersihan mulut.